Baiklah pada artikel hari ini kita akan membahas sebuah tipe data pada java, kita harus tau tipe data apa saja untuk mendukungnnya sebuah program, oke kita lanjut pada definisi tipe data, dan kita akan membuat sebuah program sederhana dengan menggunakan IDE Netbeanssebelum itu mari kita memahami dulu apa itu Netbeans.

Netbeans IDE adalah perangkat lunak open source yang ditulis dengan bahasa pemograman Java. Netbeans IDE digunakan untuk menyusun menulis kode bahasa pemograman khususnya Java. Tapi tidak hanya mendukung bahasa pemograman Java saja , Netbeans IDE banyak bahasa pemograman yaitu :

HTML

JAVASCRIPT

PHP

C/C++,dll.

Oke sekarang kita lanjut penjelasan variabel dan tipe data

Variabel dan Tipe Data

  1. Variabel

Variabel adalah suatu item dari data yang diberi nama identifikasi(identifier), variable dapat diartikan lokasi di dalam memori yang mana suatu nilai(value) dapat disimpan.

  • Tipe Data

Java membagi tipe data menjadi 2 bagian :

  • Tipe data primitive
Keyword Size Range
Bilangan Integer
Byte 8 bits -128 s/d 127
Short 16 bits -32768 s/d 32767
Int 32 bits -2.147.483.648 s/d 2.147.483.647
Long 64 bits 9223372036854775808 s/d
9223372036854775808
Bilangan Real
Float 32 bits Single Precision
Double 64 bits Double Precision
Tipe Data Lain
Char 16 bits Single Characte
Boolean True / Nilai Boolean
false

Contoh cara pendeklarasian dan inisialisasi tipe data primitive sebagai berikut :

char ch;

ch = “R’;

char ch1= “S”;

int x,y,z;

// deklarasi variable

// inisialisasi variable

// delarasi dan inisialisasi variable

// deklarasi 3 variabel integer

boolean tetap= true;

(2) Tipe data reference

Reference adalah pointer ke tipe data atau penyimpan alamat data. Terdapat tiga data reference yaitu : array, class, dan interface (mengenai tipe data reference akan diuraikan dalam bab selanjutnya)

Komentar

Berikut cara menyisipkan komentar pada program class Hello

{// kalimat ini adalah komentar

// yang tak akan dieksekusi

public static void main(String args[])

{

System.out.println(“Hello World!”);

}

/*            Kalimat ini adalah komentar

Yang tidak akan dieksekusi

*/

}

Literal

Karakter literal adalah karakter yang ditulis diantara kutip tunggal : ‘r’,’#’,’14’ dan sebagainya. Karakter ini disimpansebagai 16 bit Unicode Characters. Berikut daftar special kode yang merepresentasikan karakter-karakter yang tidak dapat di print(non-printable characters)

Escape Meaning
\n Newline
\t Tab
\b Backspace
\r Carriage Return
\f Formfeed
\\ Backslash
\’ Single Quote
\” Double Quote
\ddd Octal
\xdd Hexadecimal
\udddd Unicode Character

Contoh :

“Trade Mark dari Java \u212”

Hasil output diatas adalah :

Trade Mark dari Java ™

Operator dan Ekspresi

Ekspresi : adalah statement yang mengembalikan suatu nilai

Operator : suatu symbol yang biasanya digunakan dalam ekspresi

Operator Aritmatika
Operator Meaning Example
+ Addition 3 + 4
Substraction 5 – 7
* Multiplication 5 * 5
/ Division 14 / 7
% Modulus 20 % 7
Contoh :
// Nama File Aritmatika.java
class Aritmatika {
public static void main(String args[]) {
short x = 10’

int y = 4;

float a = 12.5f;

float b = 7f;

System.out.println(“X = “ + x + “, Y = “ +y);

System.out.println(“X +Y = “ + (x +y));

System.out.println(“X -Y = “ +(x-y));

System.out.println(“X / Y = “ +(x/y));

System.out.println(“X % Y = “ +(x%y));

System.out.println(“A = “ + a + “, B = “ +b);

System.out.println(“A / B = “ + (a / b));

}

}

Lebih jauh dengan Assignment

Variabel assignment adalah suatu bentuk ekspresi :

x = y = z = 0;

pada contoh diatas variable x,y,z bernilai 0.

Assignment Operator

Ekspression Meaning
x += y x = x + y
x -= y X = x – y
x *= y x = x * y
x /= y x = x / y

Operator Perbandingan

Java mempunyai beberapa ekspresi untuk menguji hasil suatu perbandingan :

Operator Meaning Example
== Equal x== 3
!= Not Equal x != 3
< Less Than x < 3
> Greater Than x > 3
<= Less Than Or Equal To x < = 3
>= Greater Than Or Equal To x > = 3

MACAM-MACAM TIPE DATA DALAM JAVA

Topik:

  • Membedakan antara valid dan invalid identifiers.
  • Mengetahui Java technology keywords.
  • Mengetahui 8 tipe data primitif.
  • Mendefinisikan literal value untuk tipe data numerik dan tekstual.
  • Mendefinisikan tipe data primitive
  • Mengetahui nilai inisialisasi default.
  • Konversi dan casting tipe data primitif.

Identifiers

  • Nama yang digunakan oleh programer untuk memberi nama pada variable, class, atau method. Identifier ini akan dicek oleh compiler, sehingga nama yang digunakan harus memenuhi aturan sbb :

– Dimulai dengan a Unicode letter, underscore (_), or dollar sign ($). Tidak boleh dimulai dengan angka , !

–  Setelah karakter pertama, selanjutnya identifier dapat berupa huruf, $, angka.

– Dalam prakteknya, tidak ada batasan berapa jumlah karakter yang menyusun identifier

– Case sensitive (huruf besar dan huruf kecil dibedakan) Tidak bisa menggunakan keyword Java sebagai identifier.

  • Contoh
1. foobar // legal
2. BIGinterface // legal: embedded keywords
3. // are OK. // legal
4. $incomeAfterExpenses
5. 3_node5 // illegal: starts with a digit
6. !theCase // illegal: must start with
7. // letter, $, or _

Java Keywords and Reserved Words

  • Java Keywords sering disebut juga sebagai reserved keywords
  • Tidak dapat digunakan sebagai identifier.
  • Tidak ada reserved words yang mempunyai sebuah huruf besar
  • Assert ditambahkan di 1.4 dan enum ditambahkan di 1.5
  • 2 keywords that are reserved in Java but which are not used : const dan goto

Tipe data

  • Tipe data mendefinisikan jenis data yang dinyatakan oleh variabel.
  • Contohnya adalah sebuah data bertipe integer, merepresentasikan bahwa data tersebut bilangan bulat.
  • Terdapat dua tipe data :

–  Tipe data primitif

–  Tipe data objek

Tipe data primitif

  • Terdapat 8 tipe data primitif :

– Logical – boolean

Textual  char

– Integral – byte, short, int, and long

– Floating – double and float

Tipe data primitif

Deklarasi variabel

  • Sintak umum untuk mendeklarasikan dan menginisialisasi variabel

– <modifier> <Tipe data> <Nama variabel> = <nilai awal>

  • Contoh : mendeklarasikan private variabel id dengan tipe data int dan variabel id diberikan nilai awal 10

private int id = 10;

Scope variabel

  • Variabel lokal

–  variabel yang dideklarasikan dalam sebuah method.

– Variabel ini hanya bisa diakses dalam method tersebut dan variabel tersebut dihapus (destroyed) setelah method selesai dijalankan.

–  Variabel lokal disebut juga stack variabel karena disimpan dalam stack.

  • Variabel instance

–  Variabel yang dideklarasikan dalam sebuah class tapi diluar method.

– Merupakan variabel instance dari setiap objek yang dicreate dari class tsb dan hanya berlaku untuk 1 objek tsb.

–  Variabel instance tersimpan dalam heap.

Scope variabel

  • Variabel static

– Variabel instance dideklarasikan dengan modifier static dalam sebuah class (diluar method). Variabel ini dapat dibaca/dishare oleh semua objek dari class tersebut.

Literals

  • Suatu nilai
  • Contoh angka desimal, angka pecahan, karakter.
  • Tidak bisa diletakkan disebelah kiri pada proses assignment
  • Contoh

–  ‘b’ // char literal

–  42 // int literal

–  false // boolean literal

–  2546789.343 // double literal

Logical literals

•   The boolean data type has two literals, true and

false.

  • For example, the statement:
  1. boolean isBig = true;
  • boolean isLittle = false;

Note: boolean literal tidak boleh berharga 0 atau 1

char literals

  • The range: 0 ~ 216 – 1.
  • Java characters are in Unicode character (16-bit encoding).
  • Expressed by enclosing the desired character in single quotes (‘ ‘).
  • Example:

char c = ‘w’;

  • Express as a Unicode value specified using four hexadecimal digits, preceded by \u
  • Example:

char c1 = ‘\u4567’;

char literals

  • Special Characters

–  ‘\n’ for new line

–  ‘\r’ for return \t for tab

–  ‘\b’ for backspace

–  ‘\f’ for formfeed

–  ‘\’’ for single quote

–  ‘\”’ for double quote

–  ‘\\’ for backslash

Integral literalsÆ byte, short, int and long

  • Tipe default adalah int
  • Untuk menentukan tipe long dengan cara meletakan ‘L’ or ‘l’ setelah angka.

– Contoh:

long x = 25L;

Integral literalsÆ byte, short, int and long

  • Dinyatakan dengan desimal, octal atau hexadecimal

2    The decimal value is 2

  • The leading 0 indicates an octal value 0xBAAC The leading 0x indicates a

hexadecimal value

Output

Octal 010 = 8

X = 1 y = 2147483647 z = -559035650

Integral

Floating‐Point literals

•   Range untuk tipe Float dan Double

                                                                                                                                                 18

Floating‐Point literals

  • Floating point literal includes either a decimal point or one of the following:

– E or e (add exponential value)

– F or f (float)

D or d (double)

3.14 Æ  a simple floating point value (a double)
6.02E23 Æ a large floating point value
2.718F Æ a simple float size value

123.4E306D Æ    a large double value

  • Default is double
  • Specify a float by putting an ‘F’ or ‘f’ after the number.

– Example:

float x = 2.5F;

Note:

Semua tipe data primitif yang numerik (selain char dan boolean) adalah signed.

Nilai default

Conversion of primitives

  • Terjadi pada saat kompile.
  • Conversion of a primitives bisa terjadi pada:

– Assignment

– Method call

– Arithmetic promotion

Primitive Conversion: Assignment

  • Terjadi ketika suatu nilai kita berikan pada suatu variabel yang tipe datanya berbeda dari data aslinya.
  • Tipe data yang baru harus mempunyai ukuran lebih besar dari tipe data yang lama.
  1. int i;
  • double d;
  • i = 10;
  • d = i; // Assign an int value to a double variable

•  Nilai d = 10.0

Primitive Conversion:

Assignment

  • Contoh konversi yang illegal
  1. double d;
  • short s;
  • d = 1.2345;
  • s = d; // Assign a double to a short variable

• Muncul error: possible loss of precision • Karena tipe data short lebih kecil dari double.

Aturan untuk primitive assignment conversion

  • Boolean tidak bisa di konversi ke tipe data lain
  • Non-boolean dapat di konversi ke tipe data lain selain boolean, konversi yang dilakukan adalah widening conversion
  • Note: widening conversion adalah merubah tipe data suatu variabel ke tipe

data yang ukuran bit nya lebih besar dari aslinya.

Java’s widening conversions

  • From a byte to a short, an int, a long, a float, or a double
  • From a short to an int, a long, a float, or a double
  • From a char to an int, a long, a float, or a double
  • From an int to a long, a float, or a double
  • From a long to a float or a double
  • From a float to a double
  • Note: Konversi antar primitive types yang tidakmengikuti arah panah disebut dengan narrowing conversion.

Java’s narrowing conversions

  • From a byte to a char
  • From a short to a byte or a char
  • From a char to a byte or a short
  • From an int to a byte, a short, or a char
  • From a long to a byte, a short, a char, or an int
  • From a float to a byte, a short, a char, an int, or a long
  • From a double to a byte, a short, a char an int, a long, or a float

Note: Ubah arah panah!!

Primitive Conversion:

Assignment

  • Ada yang istimewa tentang integral literal assignment
  • Ilegal : 1.234 adalah literal untuk double sehingga tidak bisa di berikan pada float. float f = 1.234;
  • Legal: khusus untuk integral literal aturan assignment conversion dibebaskan. byte b = 1;

short s = 2; char c = 3;

  • Illegal: Pembebasan assignment conversion untuk integral literal hanya untuk assigment terhadap nilai.

int i = 12;

byte b = i; Æ i adalah bukan nilai

Primitive Conversion: Method Call

  • Terjadi ketika kita berusaha melewatkan suatu nilai variabel sebagai argumen suatu method, dimana tipe data variabel method tersebut berbeda dengan yang diterima.
  1. float frads;
  • double d;
  • frads = 2.34567f;
  • d = Math.cos(frads); // Pass float to method
  • that expects double
  • Hint: Math.cos(double d);
  • Pada contoh diatas frands yang bertipe float akan secara otomatis di konversi menjadi double.
  • Pada contoh diatas terjadi widening conversions.

Primitive Conversion: Arithmetic Promotion

  • Terjadi pada operasi matematika.
  • Kompiler berusaha mencari tipe data yang sesuai dengan tipe data operan yang berbeda-beda.
  1. short s = 9;
  • int i = 10;
  • float f = 11.1f;
  • double d = 12.2;
  • if ((–s * i) >= (f/d))
  • System.out.println(“>>>>”);
  • else
  • System.out.println(“<<<<”);
  • Penyelesaian:
  1. Short s dipromosikan ke int, selanjutnya di negatifkan.
  • Hasil step 1 (int) dikalikan dengan int i.

Karena kedua operan bertipe int maka hasilnya adalah int.

  • Float f di promosikan menjadi double, selanjutnya dibagi dengan double d. Menghasilkan double.
  • Hasil langkah 2 (int) dibandingkan dengan hasil langkah 3 (double). Int dipromosikan menjadi double.
  • Hasil pembandingan adalah boolean.

Aturan: Arithmatic Promotion

  • Unary operators: +, -, ++, –, ~
  • Jika operan bertipe byte, short, atau char, maka dikonversikan ke int

Aturan: Arithmatic Promotion

  • Binary operators: +, -, *, /, %, >>, >>>, <<, &, ^, |
  • Jika salah satu operan adalah double, operan lain dikonversikan ke double.
  • Jika salah satu operan adalah float, operan lain dikonversikan ke float.
  • Jika salah satu operan adalah long, operan lain dikonversikan ke long.
  • Selain tipe data diatas maka dikonversikan ke int.

Primitives and Casting

  • Casting means explicitly telling Java to make a conversion.
  • Cara: tambahkan tipe data yang diinginkan dalam tanda kurung sebelum nilai.
  1. int i = 5;
  • double d = (double)i;

•        Sama dengan:

1. int i = 5;

2. double d = i;

Primitives and Casting

  • Are required when you want to perform a narrowing conversion.
  1. short s = 259;
  • byte b = s; // Compile error
  • System.out.println(“s = “ + s + “ , b = ” + b);
  • Pesan error = Explicit cast needed to convert short to byte.
  • Solusi: dengan menambahkan casting
  1. short s = 259;
  • byte b = (byte)s; // Explicit cast
  • System.out.println(“b = ” + b);
  • Hasil : b = 3
  • Kenapa Æ 259 = 1 0000 0011
  • The cast tells the compiler “Yes, I really want to do it

Tipe Data Objek

  • Objek dibuat dari class. Class adalah blueprint dari objek.
  • Class sendiri ada dua macam:

– Class yang sudah disedikan oleh Java

String s = new String(“abc”);

Vector v = new Vector();

CONTOH PEMOGRAMAN PADA JAVA

Capturebaruu

KETIKA KITA OUTPUT MAKA HASILNYA AKAN SEPERTI INI :

capturebaruuu2.png

Leave a comment